Monday, September 21, 2020

KULIAH UMUM SRB PEMBATIK LEVEL 4: BERBAGI 15 -18 SEPTEMBER 2020

 


Alhamdulillah setelah mengikuti acara pembukaan kuliah umum di hari sebelumnya yaitu tanggal 14 September 2020, lanjut ke materi kuliah umum yang pada tanggal 15 september 2020 dengan materi kuliah 3 sesi sekaligus dihari yang sama. Pada kesempatan dihari itu menghadirkan narasumber-narasumber hebat yang inspiratif dan kreatif .

Pada sesi pertama diawali dengan dengan materi "Kiat Sukses Para Pendidik Untuk Berkomunikasi dengan Publik" dengan menghadirkan narasumber keren yaitu Charles Bonar Sirait, SE, MM (hmm..mukin banyak yang tau ya, beliau adalah presenter, artis sinetron di era tahun 2000-an).Charles Bonar Sirait adalah Founder CBS school of communication dan juga penulis buku best seller The Power of Public Speaking. Pada kesempatan beliau menjelaskan bagaimana seorang pendidik harus mempunyai public speaking yang baik, apalagi pada musim pandemi ini semua proses pembelajaran berubah secara lansung berubah menjadi pembelajaran secara virtual. Pendidik adalah seorang public figur di tuntut kemampuannya untuk bisa berkomunikasi dengan peserts didik secara efektif yang mampu membuat publik (peserta didik) terjaga dan pusat perhatiaannya hanya tertuju pada pendidik. Dalam berkomunikasi publik, kita harus mampu memahami karakteristik dari pendidik yang akan kita hadapi.

Selanjutnya beliau juga menjelasakan bagaimana kita harus memahami pola kumunikasi sederhana, pada dasarnya (baik itu pendidik, kepala sekolah, stake holder dan lain-lain), memimpin adalah suatu perkara mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Ketika seseorang pendidik  itu tidak bisa dipercayai maka apa yang akan disampaikannya tidak akan pernah dipercayai.

"if you dont believe in messenger (leader), you don't believe the message" (Jack Canfiel, Author of  "The Success Principle"

Kemudian dalam berkomunikasi  informasi yang disampaikan harus bisa diterima dengan baik oleh penerima informasi, yang tentunya informasi akan diterima dengan baik apabila pemberi informasi dan penerima informasi memhami informasi tersebut dengan cara yang sama (impactful communicatin). Kemudian membangun persuasive communication yang betujuan untuk mempengaruhi atau mengubah sikap, kepercayaan, perilaku penerima informasi bertindak sesuai dengan yang komunikator sampaikan.

Dan yang terakhir menurut beliau yang tidak kalah pentingnya adalah membangun personal branding, yaitu membangun persepsi publik terhadap kita baik itu persepsi, asosiasoi maupun harapan publik terhadap diri kita. Hal - hal yang  harus dilakukan untuk membangun personal branding diantaranya :

1. Menstimulasi persepsi Yang sangat kuat yang tentang nilai-nilai yang kita yakini
2. Menginformasikan kepada publik siap sebenarnya diri kita? apa yang hal-hal yang akan kita kerjakan? apa yang membuat kita begitu berbeda dengan orang lain?
3. Mempengaruhi orang lain untuk mempersepsikan diri kita secara positif.
4. Menciptakan ekspektasi pada pemikiran orang lain bahwa kita adalah solusi dari persoalan yang dihadapi dan kita berada pada posisi yang bisa di harapkan.

Itulah beberapa hal yang sang menarik tentang komunikasi publik yang disajikan oleh dengan luar biasa menarik dan memberikan tambahan pengetahuan yang sangat bermanfaat.

Pada sesi ke-2 dilanjutkan dengan materi Motivasi Guru Dalam Mendidik dengan tema Belajar dalam Mengajar dengan menghadirkan narasumber Butet Manurung seorang aktivis dunia pendidikan dan pendiri Sekolah Rimba yang teletak di pedalaman Jambi tepatnya di Rimba Bukit Duabelas Jambi. Sekolah Rimba ini telah diangkat kedalam sebuah judul Film Sokola Rimba yang disutradarai oleh Riri Reza pada tahun 2013. 

Banyak hal yang menarik yang di dapatkan pada materi ini, terutama bagaimana mengajarkan masyarakat (anak rimba) yang belum mengetahui baca tulis, namun disatu sisi mereka  mereka sudah mampu menghafal ratusan mamalia dan binatang reptil lainnya, serangga dan lain lain, menghafal  jejak, mengetahui ribuan jenis tanaman yang mana bisa dijadikan obat kalau terluka, digigit binatang buas, mampu membaca tanda alam dan bencana, yang semuanya pada sistem pendidikan lokal mereka sudah menerapkan pembelajaran kontekstual seperti yang digaungkan di lembaga-lembaga kehidupan formal

Kebanyakan masyarakat adat dan pedalamam melihat pendidikan adalah sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka dengan tetap menjunjung tinggi adat istiadat, cinta kampung halaman bukan meraih gelar tinggi lalu pergi mengejar gaji yang tinggi. namun sekolah yang lengkap bagi mereka adalah pendidikan yang paling tepat untuk anak-anak mereka memiliki kecakapan kampung.

Dalam perjalanannya membangun sekolah rimba, beliau mempercayai bahwa setiap masyarakat bukanlah ententitas yang kosong atau tidak berdaya. Mereka punya seperangkat pengetahuan dan kecakapan hidup yang operasional terhadap sekitarnya. Masyarakat adat hidup secara berkelanjutan dan berkecukupan selama ratusan tahun dengan mengandalkanpengetahuan tradisionalnya. semakin banyak komonitas yang tidak mandiri itulah di zaman sekarang ini. jika mau membant, hendaklah pengetahuan tersebutsifatnya sebagai pengetahuan tambahan yang melengkapi bukan menyingkrkan pengetahuan yang sudah ada. sebagai guru belajar dulu sebelum mengajar. Guru punya tanggung jawab sosial selain mengajar, mengajar itu sarana pendidikan bukan tujuan pendidikan


Selanjutnya pada sesi ke-3 paparan dari bapak Dirjen GTK bapak Dr. Iwan Syahril , Ph. D memaparkan materi Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar: Belajar dari Kihajar Dewantara. Menurut beliau guru dalam perspektif merdeka belajar adalah sebagai berikut:

1. Memandang anak dengan rasa hormat. seorang anak yang dilahirkan di ibaratkan kertas yang tetulis samar-samar, pendidikan berkewajiaban menebalkan segala tulisan yang suram agar kelak memiliki peketi yang baik. anak- anak itu adalah makhluk, manusia dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh sesuai kodratnya.

2.Mendidik anak secara holistik. memandang anak didik itu sebagai satu kesatuan yang utuh

3. Mendidik secara relevan dan kontekstual. apa yang diajarkan sesuai dengan kondisi zaman dan pengetahuan dapat mengimplentasikan nya.

Beliau juga memaparkan sikap mental seorang pendidik, belajar dari covid 19, "nyaman dengan ketidaknyamanan" mempunyai makna pendidik harus mengembangkan inovasi dirinya dan keluar dari zona amannya. selanjutnya mendukung percepatan terwujudnya pembelajaran yang berpusat pada murid dan menurunnya kecemasan terhadap teknologi.

KULIAH UMUM HARI KE-2

Materi kuliah umum hari ke -2 menghadirkan narasumber yang sudah menghasilka ratusan karya yaitu Asma Nadia. siapa yang tidak mengenal perempuan yang bernama asli Asmarani Rosalba yang masa kecilnya banyak dihabiskan dirumah sakit dengan beberapa penyakit yang menggerogotinya. namun perempuan itu kini tumbuh dengan mengahsilkan karya yang selalu di nanti masyarakat. Karya nya banyak yang sudah di filmkan seperti Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela, surga yang tak dirindukan, Assalamualaikum Beijing dan masih banyak lagi yang juga merambah ke dunia sineteron seperti Sakinah Bersamamu.

Materi yang beliau paparkan adalah bagaimana kiat menyusun penulisan yang menarik. Menulis tidak perlu harus ada bakat, bakat cukup 5 persen saja , selnjutnya adalah semangat dan kerja keras. Menulis adalah pekerjaan satu kali. ketika karya kita di jadikan referensi baik itu untuk film dan lainnya  kita tidak perlu menulis lagi, yang ada adalah royalty yang terus mengalir.

Kunci Tulisan Menarik :

1. Ide. ide harus baru dan dekat dengan pembaca
2. Teknik Penyajian. menampilkan judul yang menarik, konflik yang kuat, setting, penokohan menarik, dan ending yang mengesankan.

Beliau juga memaparkan bahwa menulis itu adalah berjuang, biar gampang dalam menulis jadilah predator buku (banyak membaca), rekam setiap pengalaman, menulis itu untuk berbagi, jujur dan disiplin dalam menulis, buka mata buka telinga dan menulislah setiap hari untuk diselesaikan.


KULIAH UMUM HARI KE-3

Narasumber yang menjadi pemateri adalah pakar  IT bapak Wicaksono atau dikenal dengan @ndorokakung. Beliau berbagi tips kiat mebangun Media Sosial Pribadi yang Sukses. Penggunaan media sosial tidak dapat dielakkan lagi  meningkat pesat dari tahun ke tahun dan yang paling mendapat perhatian publik adalah youtube diperingkat pertama disusul whatsapp, instagram dan facebook dan usia produktif pengguna paling banyak 25-34 tahun (Global Web Index data per januari 2020). Sebagai salah satu pengguna media sosial beliau membagikan beberapa tips agar sukses dalam bermedia social, yaitu :

1. Tetapkan tujuan yang masuk akal
2. Tentukan khalayak sasaran
3. Jadilah diri sendiri
4. Cari jejaring , bukan pengikut
5. Membuat jadwal editorial
6. Fokus membantu orang lain
7. Berinteraksi dengan khalayak
8. buatlah kehadiran anda diketahui umum
9. berkreasi dengan konten visual
10. selalu aktif


KULIAH UMUM HARI KE-4

Hari terakhir 18 September 2020 ditutup dengan pemamran materi  tentang Pemanfaatan Media Video Conference untuk berbagi. pada sesi ini menghadirkan narasumber bapak Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M. Sc, MBA, Mphil, MA yang di pandu oleh DRB Jawa Barat Doni Rohendi. 

Materi disajikan oleh narasumber dengan gaya dan suasana santai, beliau membagikan beberapa tips untuk menghemat kuota ketika video conference diantaranya matikan video klau lag ga di pakai, perkecil band wicth. pada sesi ini pemateri juga menyelingi dengan ice breaking yang mampu membuat peserta SRB tersenyum. beliau juga menyampaikan bahwa  

"Penggunaan VC untuk saat ini di masa pandemi bukan lagi menjadi hal yang mahal, justru bertatap muka dan bertemu lansung lah menjadi hal yang mahal untuk saat ini" (eko indrajid)

5 Tips Berbagi Media
1. Buatlah mereka melakukan apa yang kita inginkan, bukan hanya sekedar menyampaikan pesan
2. Sesuaikan fitur VC dengan situasi dan kondisi
3. Berinteraksi timbal balik
4. Daya tahan dan jendela waktu yang efektif
5. Berbagilah dengan berbagai cara , jangan lupa direkam

                Jangan menunggu sempurna untuk berbagi
Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan rekam jejak digital ekoji channel


#MerdekaBelajar
#PembaTIK2020
#PembatikLevel4
#RumahBelajar
#guruberbagi
#gurupenggerak



No comments:

Post a Comment

"Ngeteh Pagi" Kolaborasi dengan MGMP Bahasa Inggris

Pada kegiatan ini tanggal 14 Oktober 2020, saya dipercayakan memandu acara secara virtual sebagai moderator. Kolaborasi antara SRB Lhokseuma...